<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d4196416790633888123\x26blogName\x3dPasukan+Bumi\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://pasukanbumi.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://pasukanbumi.blogspot.com/\x26vt\x3d-736202431299083316', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
PASUKAN BUMI !

Friday, February 20, 2009
Itsnataini Rahmadillah

Latarbelakang dari karya ini adalah komunikasi. Saya tertarik untuk sedikit menyindir masalah komunikasi di zaman sekarang ini, dimana orang-orang terlalu banyak berkomunikasi, sehingga tidak jarang ada yang salah sambung antara satu dengan yang lainnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi merupakan salah satu pendukung komunikasi ini.
Pada karya ini, Saya menggunakan jenis telepon yang difungsikan sebagai telepon public. Saya tidak menggunakan handphone yang sudah benar benar dikenal pada masa sekarang karena handphone umumnya merupakan produk yang diciptakan hanya untuk personal. Jarang ada orang yang mau mengangkat handphone milik orang lain, karena handphone sifatnya pribadi.
Suara-suara yang terdengar ketika telepon diangkat, sebagian besar merupakan suara-suara yang menjelaskan bahwa anda tidak nyambung dan salah karena mengangkat telepon. Atau bisa juga si penelepon yang salah sambung. Intinya adalah miskomunikasi yang disebabkan oleh terlalu banyak komunikasi.
Pada karya ini saya menggunakan telepon yang diproduksi oleh perusahan PERUMTEL kira-kira pada tahun 60-an di Indonesia. Telepon ini bisa berdering dengan jarak waktu 3 menit sekali. Telepon tersebut harus diangkat agar kita dapat mendengarkan apa yang dikatakan si penelpon. Telepon ini memiliki memori card yang dapat menyimpan rekaman suara. Rekaman tersebut berfungsi seperti mesin penjawab telepon otomatis. Tetapi pada karya ini saya gunakan sebagai suara seseorang yang menelepon. Sehingga ketika telepon berdering dan diangkat akan terdengar sebuah suara orang yang menelpon. Suara-suara tersebut ada 10 macam, yaitu:

1.“Anda terhubung dengan mailbox, saya akan meninggalkan pesan untuk Anda mungkin dalam beberapa menit ke depan, setelah nada-nada berikut ini *tuuuuuut* Anda menutup telepon”
2.“Jumlah pulsa yang anda miliki adalah rupiah, Anda diharapkan untuk mengisi pulsa kembali setelah pesan-pesan saat ini.”
3.“Selamat datang, anda diminta untuk menutup telepon ini setelah nada-nada berikut ini… BlablablahblahblahBLAAH! Terimakasih.”
4.“Halo, selamat siang, saya dari kepolisian. Saya curiga bahwa anda adalah tersangka itu, anda diminta untuk datang ke pos satpam terdekat agar diperiksa dengan segera, agar kami segera medapatkan hasil yang pasti, terimakasih.”
5.“tut tut tut tut tut tut”
6.“Halo, HALO! HALO! HEH JANGAN ANGKAT TELEPON SEMBARANGAN DONG!”
7.“Telepon yang anda angkat… salah, silahkan mencoba beberapa saat lagi.”
8.“Hai, Anda berada di luar jangkauan, cobalah kembali beberapa saat lagi.”
9.“’a’uzubillahiminashyaitonirrojimbismillahirrahmanirrohim……. Shadaqawlahul’azim.”
10. “Are there any foods you used to eat that you don’t eat now?”



Labels: